Sahabat Maya :

Saturday, November 17, 2012

Mintalah Pendapat Pada Hatimu





Setiap orang memiliki cermin di dalam diri.
Itulah hati nurani. 
 Perkataan hati nurani adalah kejujuran. 
 Anjurannya adalah kebaikan. 
Kecenderungannya adalah pada kebenaran.
Sifatnya adalah kasih sayang. 
Ia akan tenang bila kita berbuat baik
 dan gelisah bila kita berbuat dosa. 
Bila ia bersih dan sihat
 maka ia akan 
menjadi juru bicara Tuhan
 di dalam diri kita. 
Bila ia bening dan berkilat 
maka ia akan menangkap wajah Tuhan. 
Hanya sayangnya kita sering 
mencampakkan nurani kita sendiri 
bahkan membunuhnya
 dengan perilaku-perilaku kita.



Seorang sahabat Nabi Saw
 yang bernama Wabishah ra 
datang dengan menyimpan pertanyaan 
di dalam hatinya tentang bagaimanakah
 cara membezakan antara kebajikan dan dosa.
 Sebelum Wabishah bertanya, 
cermin hati Nabi Saw
 telah menangkap isi hatinya. ”  


" Wahai Wabishah, 
mahu aku jawab langsung atau 
engkau utarakan pertanyaanmu
terlebih dahulu?”
 Wabishah menjawab
 "Jawab langsung saja, wahai Rasulullah.” 
Baginda bersabda,
" Engkau datang untuk bertanya 
bagaimana membezakan antara 
kebajikan dan dosa.” 
Wabishah berkata,
 “Benar.”
 Rasulullah saw merapatkan jari-jarinya
 dan meletakkannya pada dada Wabishah, 
seraya bersabda 
Mintalah pendapat 
pada hatimu 
dan mintalah pendapat 
pada jiwamu, wahai Wabishah. 
 Sesuatu itu adalah kebaikan
bila ia membuat hati tenteram,
 membuat jiwa tenteram, 
sedangkan dosa
 membuat kegelisah dalam hati 
dan kegoncangan dalam dada.
(Mintalah pendapat pada hatimu 
dan mintalah pendapat pada jiwamu), 
meskipun orang-orang telah 
memberikan pendapat mereka
 kepadamu tentang hal itu.


 ( HR.al-Darimi dari Wabishah ra )

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...