Sahabat Maya :

Thursday, June 10, 2010

~:::::Dedikasi Buat Bonda::::~









Anakku..,
Bila ibu boleh memilih
Apakah
ibu berbadan langsing
atau
berbadan besar
karena mengandungmu
Maka
ibu akan memilih
mengandungmu…

Karena
dalam mengandungmu
ibu merasakan
keajaiban dan kebesaran Allah




Sembilan bulan nak..,
Engkau hidup
di perut ibu
Engkau ikut
ke manapun ibu pergi

Engkau ikut merasakan
ketika jantung ibu berdetak
karena
kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu
ketika engkau
merasa tidak nyaman

karena
ibu kecewa dan berurai air mata…




Anakku..,
Bila ibu boleh memilih
apakah ibu harus
operasi caesar atau ibu harus
berjuang melahirkanmu

Maka
ibu memilih
berjuang melahirkanmu
Karena
menunggu
dari jam ke jam,
menit ke menit
kelahiranmu
Adalah seperti
menunggu antrian
memasuki salah satu
pintu surga

Karena
kedahsyatan perjuanganmu
untuk
mencari jalan
ke luar ke dunia
sangat ibu rasakan
Dan
saat itulah
kebesaran Allah
menyelimuti
kita berdua

Malaikat tersenyum
diantara peluh
dan
erangan rasa sakit
Yang tak pernah bisa
ibu ceritakan
kepada siapapun

Dan
ketika engkau hadir,
tangismu
memecah dunia





Saat itulah…
Saat paling membahagiakan
Segala sakit dan derita
sirna
melihat dirimu
yang merah

Mendengarkan
abimu mengumandangkan
adzan
Kalimat syahadat
kebesaran Allah
dan
penetapan
hati tentang

junjungan kita
Rasulullah
di telinga mungilmu







Anakku..,
Bila ibu boleh memilih
apakah ibu
berdada indah
atau
harus bangun
tengah malam
untuk
menyusuimu
Maka
ibu memilih menyusuimu
Karena
dengan menyusuimu
ibu telah
membekali hidupmu
dengan
tetesan-tetesan
dan
tegukan tegukan
yang sangat
berharga
Merasakan
kehangatan bibir dan badanmu
didada ibu
dalam kantuk ibu

Adalah
sebuah rasa luar biasa
yang orang lain
tidak bisa
rasakan






Anakku..,
Bila ibu boleh memilih
duduk berlama-lama
di ruang rapat
Atau
duduk di lantai
menemanimu
menempelkan puzzle
Maka
ibu memilih
bermain puzzle denganmu






Tetapi
anakku

Hidup memang pilihan
Jika
dengan pilihan ibu

Engkau
merasa sepi
dan
merana

Maka
maafkanlah nak…






Maafkan ibu…
Maafkan ibu…

Percayalah nak,
ibu sedang
menyempurnakan puzzle
kehidupan kita
Agar
tidak ada satu keping pun
bagian puzzle
kehidupan kita
yang hilang




Percayalah nak…
Sepi dan ranamu
adalah
sebagian
duka ibu




Percayalah nak…
Engkau adalah
selalu menjadi
belahan nyawa ibu…




Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)







Orang kata aku lahir dari perut mak..
(bukan org kata...memang betul)

Bila dahaga, yang susukan aku.... mak

Bila lapar, yang suapkan aku.... mak
Bila keseorangan, yang sentiasa di sampingku... .. mak
Kata mak, perkataan pertama yang aku sebut.... Mak

Bila bangun tidur, aku cari.... mak

Bila nangis, orang pertama yang datang .... mak
Bila nak bermanja, aku dekati.... mak
Bila nak bergesel, aku duduk sebelah.... mak
Bila sedih, yang boleh memujukku hanya.... mak

Bila nakal, yang memarahi aku.... mak

Bila merajuk, yang memujukku cuma.... mak
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah.... mak
Bila takut, yang tenangkan aku.... mak
Bila nak peluk, yang aku suka peluk.... mak
Aku selalu teringatkan .... mak
Bila sedih, aku mesti talipon.... mak

Bila seronok, orang pertama aku nak beritahu..... mak

Bila bengang.. aku suka luah pada.. mak
Bila takut, aku selalu panggil... "mmaaakkkk! "
Bila sakit, orang paling risau adalah.... mak
Bila nak exam, orang paling sibuk juga.... mak
Bila buat hal, yang marah aku dulu.... mak
Bila ada masalah, yang paling risau.... mak

Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. mak

Yang selalu masak makanan kegemaranku..... mak
kalau balik ke kampung,
yang selalu bekalkan ulam & lauk pauk...... mak
Yang selalu simpan dan kemaskan barang-barang aku.... mak
Yang selalu berleter kat aku... mak
Yang selalu puji aku.... mak
Yang selalu nasihat aku.... mak
Bila nak kahwin..Orang pertama aku tunjuk dan rujuk..... mak

Aku ada pasangan hidup sendiri....


Bila seronok, aku cari....pasanganku

Bila sedih, aku cari.... mak

Bila berjaya, aku ceritakan pada....pasanganku

Bila gagal, aku ceritakan pada.... mak

Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku

Bila berduka, aku peluk erat.... emakku

Bila nak bercuti, aku bawa....pasanganku

Bila sibuk, aku hantar anak ke rumah.... mak

Bila sambut hai penting..
Aku bagi hadiah pada pasanganku

Bila sambut hari ibu...
aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”

Selalu... aku ingat pasanganku

Selalu.. mak ingat kat aku

Bila-bila.... aku akan talipon pasanganku

Entah bila... aku nak talipon mak

Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah bila... aku nak belikan hadiah untuk emak

Renungkan:

"Kalau kau sudah habis belajar dan bekerja....
bolehkah kau kirim wang untuk mak?
Mak bukan nak banyak...
lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya........

Tapi kalau mak sudah tiada..... .....

MAKKKKK...RINDU MAK.... RINDU SANGAT....


Berapa ramai yang sanggup menyuapkan ibunya....

berapa ramai yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
berapa ramai yang sanggup mengantikan lampin ibunya.....
berapa ramai yang sanggup membersihkan najis ibunya.......
berapa ramai yang sanggup membuang ulat dan
membersihkan luka kudis ibunya......
berapa ramai yang sanggup berhenti kerja
untuk menjaga ibunya.....
dan akhir sekali
berapa ramai yang sembahyang
JENAZAH ibunya......

Sumber : Forwarded e-mail






No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...