Photobucket

Sahabat Maya :

Monday, December 13, 2010

Bagaimanakah bintang terbentuk?


http://yellashakti.files.wordpress.com/2008/06/bintang-21.jpg




http://yellashakti.files.wordpress.com/2008/06/bintang-5.jpg




Pembentukan gumpalan awan yang berwarna cerah

mungkin juga disebabkan letupan yang terhasil

ketika bintang mula terbentuk.




Bagaimanakah bintang terbentuk?






Sejak ratusan tahun dahulu manusia menjadikan bintang sebagai rujukan arah berikutan kedudukannya yang tetap dan mudah untuk dikenal pasti ekoran cahayanya yang amat terang.



Sebenarnya bintangtidak berklip sebagaimana sering kita dengar ungkapan kerlipan. Namun, kerana kedudukan bintang terlalu jauh sinarannya seolah-olah berkelip.



Sehingga kini, bintang terus menjadi pujaan manusia berikutan ia merupakan antara ciptaan Tuhan yang mengagumkan.



Malah, antara bintang yang terdekat dengan planet bumi adalah matahari.



Namun tahukah anda bagaimana bintang terbentuk?



Ia terbentuk dalam gumpalan awan bermolekul iaitu sebuah medium antara bintang-bintang lain yang luas dengan kerapatan yang tinggi.



Pada peringkat awal, pembentukan bintang bermula dengan proses gas yang berkumpul lalu membentuk gumpalan awan di ruang angkasa lepas.



Gumpalan awan tersebut sebenarnya mengandungi gas hidrogen dan sekitar 23 hingga 28 peratus gas helium serta beberapa peratus elemen berat.



Setelah beberapa lama, teras awan tersebut bertukar menjadi sebuah kawasan yang memiliki kepadatan yang amat tinggi sehingga tidak stabil secara graviti, berpecah dan berlakunya letupan.



Sebahagian daripada daya graviti teras bintang yang hilang dalam kemusnahan tersebut bertukar sebagai haba infra dan sekali gus meningkatkan suhu teras.



Apabila kepadatan dan suhu menjadi cukup tinggi, pelakuran deuterium bermula, seterusnya tekanan luaran menghasilkan sinaran secara memperlahankan.



Manakala bahan lain dari gumpalan awan disekelilingnya akan berterusan diserap ke dalam proto bintang.



Akhirnya, hidrogen mula bergabung diteras bintang, dan bahan penyalut yang lain mulai hilang.



Bagi bintang berjisim tinggi, tempoh proses pembentukannya boleh dibandingkan dengan skala masa lain bagi evolusi mereka. Ia lebih pendek, dan proses tersebut tidak ditetapkan dengan jelas.



Bintang akan mencapai jujukan utama apabila terasnya mencapai suhu yang mencukupi untuk mencetuskan perlakuran hidrogen dan memulakan keseimbangan hidrostatik.



Sepanjang bintang yang berada di dalam jujukan utama, ia secara perlahan-lahan menukarkan hidrogen kepada helium dan hayat bintang dalam jujukan utama akan tamat apabila hampir ke semua hidrogen dalam teras habis digunakan.



Proses pembentukkan bintangtersebut memakan masa yang amat panjang iaitu jutaan tahun.



Teruskan membaca..

Sunday, December 12, 2010

A Child’s Prayer









A Child’s Prayer Lyrics




I sometimes lie awake at night
And wonder at the stars so bright
I dream about my future too
And the things that I will do



Soon the world will count on me
I’m the future they agree
People depend on me somehow
Though small and timid, I am now



So you and I my dearest friend
Must stand together till the end
For we are one by Allah’s grace
No matter what our colour or race



We must prepare ourselves today
While we journey on our life’s way
So much there is to learn and see
For true believers we must be



Yeah, yeah. Come on.
Yeah, yeah. Come on.


Go forward young Muslims, wherever you are
In the shadow of the sun or by the light of a star
Your Supreme protector is Almighty Allah


Go forward young Muslims wherever you are
Go forward young Muslims we feel your pain.


So many places, Palestine,
People are dying,mothers are crying
Bombs are falling from the sky, people asking why.
The only thing that we can do is pray to God, to help them through
But do they realize that Allah hates those who kill and despise.
I think that’s no surprise. We must rise up.
Come on young Muslims, gotta rise up.
Come on young Muslims.
Together we must stand in the Masjid to pray,


Pray for a better day, a better way
To make this world a better place.
Cause lets face it, it’s out of control.
We need to grab hold of each other
unite as one Ummah.


Like back in the days of the
Companions of the Prophet
Some were young, they were strong and they
loved each other
Brothers and sisters and they could
die for one another.


Yeah. Yeah.
So stand up young Muslims.
Say it out loud, it’s time to be counted.
Right here, right now.
Yeah, right here. Come on, right now.



O Allah we love you so
Give us health and make us grow
Be with us each passing day
While we journey on life’s way



Lyrics Information:


Album: Allah Knows

Words: Zain Bhikha, Rashid Bhikha & Naadira Ali


Melody: Zain Bhikha

Performed: Naadira Ali, Rashid Bhikha, Zain Bhikha


Released: 2006






Teruskan membaca..

Friday, December 10, 2010

Kuasa antioksida jus zaitun





Photo flowers_pics_4002.jpg



TAFSIR SURAT AT-TIIN

(Keutamaan Buah Tiin)


http://irdhamapriadi.files.wordpress.com/2010/07/zaitun.jpg



TEKS AYAT




وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ {1}


وَطُورِ سِينِينَ {2}


وَهَذَا الْبَلَدِ اْلأَمِينِ {3}


لَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنسَانَ فيِ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ {4}


ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ {5}


إِلاَّالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ {6}


فَمَايُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ {7} أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ {8}







TAFSIR AYAT


(1) Allah SWT bersumpah dengan dua pohon yang terkenal ini, yaitu Tin dan Zaitun, karena buah dan pohonnya mempunyai banyak manfaat. Dan juga karena keduanya berada di tanah Syam, tempat kenabian Isa ibn Maryam AS.



(2) Dan Allah SWT bersumpah dengan bukit Sinai (tempatnya di Mesir), tempat kenabian Musa AS.



(3) Kemudian Allah bersumpah dengan Makkah Al-Mukarramah tempat kenabian Muhammad SAW yang telah dijadikannya sebagai tempat yang aman dan dijamin aman pula orang yang berada di dalamnya. Allah SWT telah bersumpah dengan tiga tempat suci itu yang telah Dia pilih dan Dia munculkan dirinya sebaik-baik dan semulia-mulia kenabian.



(4) Sedangkan objek yang disumpahkan adalah firman-Nya berikut ini, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna, anggota badannya serasi dan tegak, tidak kehilangan sesuatu yang dibutuhkannya baik lahir maupun batin.



(5) Meskipun terdapat nikmat-nikmat yang besar itu, yang seharusnya wajib disyukuri, tapi kebanyakan manusia tidak mensyukurinya. Mereka justru sibuk dengan permainan, mereka lebih memilih hal-hal yang tidak berguna dan akhlak yang rendah. Maka kelak di akhirat, Allah SWT akan mengembalikan mereka ke dasar neraka, tempat orang-orang bermaksiat yang membangkang kepada Rabb mereka.



(6) Kecuali orang yang telah Allah berikan kepadanya anugerah iman, amal shalih dan akhlak yang mulia. Maka dengan itu mereka akan mendapat tempat yang tinggi di surga dan pahala yang tiada putus-putusnya. Yang ada adalah kelezatan yang melimpah, kesenangan yang tak henti-henti dan kenikmatan terus bertambah, untuk selama-lamanya. Buahnya tak ada henti-hentinya, demikian pula dengan naungannya.



(7) Lalu Allah SWT menutup surat ini dengan melontarkan sebuah pertanyaan kepada hamba-Nya: Wahai manusia, apa gerangan yang menyebabkan kamu mendustakan hari pembalasan atas semua amal perbuatan? Sedangkan kamu telah melihat banyak tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang dapat memberimu keyakinan dan nikmat-nikmat Allah yang menuntut kamu untuk tidak ingkar terhadap setiap sesuatu yang Dia kabarkan kepadamu.



(8) Bukankah Allah SWT adalah Hakim yang paling adil yang memberikan keputusan di antara hamba-hamba-Nya? Dia tidak menzhalimi mereka dan tidak berbuat curang. Apakah pantas Kemahabijaksanaan-Nya lalu berarti membiarkan mereka sia-sia begitu saja; tidak diperintahkan dan dilarang serta tidak diberi pahala dan tidak disiksa? Atau bahwa Dzat yang telah menciptakan manusia jenjang demi jenjang, melimpahkan bagi mereka nikmat dan kebaikan yang terhingga dan mendidik mereka dengan sebaik-bainya, harus mengembalikan mereka ke suatu tempat yang menjadi tempat menetap mereka, yang kepadanya mereka menuju?



(SUMBER: at-Tafsiir al-Yasiir

karya Yusuf bin Muhammad al-Owaid,

tafsir surat at-Tiin)


http://images.flowers.vg/1024x768/roses-maroon3.jpg



Dalam Islam, minyak zaitun

dimuat dalam Al-Qur’an Surah An Nuur ayat 35 :

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.

Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti

sebuah lubang yang tak tembus,

yang di dalamnya ada pelita besar.

Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu

seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,

yang dinyalakan dengan minyak dari pohon

yang banyak berkahnya,

(iaitu) pohon zaitun yang tumbuh

tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di barat(nya),

yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi,

walaupun tidak disentuh api.

Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis),

Allah membimbing pada cahaya-Nya

siapa yang Dia kehendaki,

dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan

bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.





Demikian pula firman Allah :

Dan pohon kayu ke luar dari Thursina (pohon zaitun),

yang menghasilkan minyak dan pemakan makanan

bagi orang-orang yang makan

(Al Mu’minun : 20).




Pohon zaitun terdapat dalam dalam

Al Qur’an Surah An Nahl ayat 11 :

Dia menumbuhkan bagi kamu

dengan air hujan itu tanam-tanaman;

zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan.

Sesungguhnya pada yang demikian itu

benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah)

bagi kaum yang memikirkan).





Sedangkan buah zaitun

terdapat dalam Surah Al An’aam ayat 99 :

(Kami keluarkan pula) zaitun dan delima

yang serupa dan yang tidak serupa.

Perhatikanlah buahnya

diwaktu pohonnya berbuah dan (perhatikanlah pula)

kematangannya. Sesungguhnya

pada yang demikian itu ada tanda-tanda (

kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Al An’aam ayat 141 :




Dan Dialah

yang menjadikan kebun-kebun

yang berjunjung dan yang tidak berjunjung,

pohon kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam

buahnya, zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak sama.





Minyak zaitun juga dipakai oleh

Rasulullah s.a.w dengan sabdanya :


Pakailah minyak zaitun dan minyakilah

tubuhmu kerana itu berasal dari pohon yang diberkahi.




Dalam sabda beliau yang lain,

bahwa minyak zaitun dapat mengubati 70 penyakit.



=========
[images2.jpeg]
========================

Kuasa antioksida jus zaitun


SIEW NAI (kanan) bergambar dengan penyelidik Roberto Crea (kiri)
yang menemui kebaikan jus zaitun dan teknologi
untuk memproses jus tersebut menjadi suplemen kesihatan.


PADA tahun 1992, ketika umur Khor Siew Nai baru menjangkau 15 tahun, gadis comel itu diserang demam teruk sehingga timbul tompok-tompok merah di atas kulitnya.



Doktor pada awalnya menyangka Siew Nai menghidap demam denggi tanpa menyedari ia adalah permulaan kepada sejenis penyakit yang akan menghantui remaja itu seumur hidupnya.



Apabila tompok-tompok merah itu semakin membesar dan diagnosis lanjut dilakukan, akhirnya doktor mengesahkan dia menghidap psoriasis. Penyakit kulit itu menyebabkan tompok-tompok bersisik dikenali sebagai plak psoriatik. Ia merupakan bahagian-bahagian keradangan dengan mengeluarkan kulit yang berlebihan.



Kulit menjadi tebal dan keras di kawasan radang itu malah lapisan keras tersebut mengakibatkan sel-sel mati berwarna perak. Ia sering didapati di bahagian siku dan lutut kulit, tetapi boleh juga merebak ke mana-mana bahagian badan. Luka radang boleh mengakibatkan kepedihan, kegatalan dan kelihatan hodoh. Bahkan, lebih daripada penderitaan fizikal, psoriasis juga bagaikan membunuh emosi pesakit.



Hidup baru Siew Nai



Kerana itulah, ayat pertama yang muncul keluar dari mulut Siew Nai dalam satu pertemuan baru-baru ini, “Saya rasa seperti hidup semula selepas 20 tahun.”



Kini berusia 35 tahun dan bertugas sebagai seorang pensyarah kejururawatan di sebuah kolej di Petaling Jaya, Selangor, dalam tempoh 20 tahun itu bukan sedikit kesakitan serta penderitaan yang perlu ditanggungnya.









SIEW NAI yang mengamalkan pengambilan Olivenol atau jus zaitun kini boleh tersenyum apabila semakin bebas daripada belenggu psoriasis.




Bahkan, pandangan jijik sesetengah orang saat melihat keadaannya meninggalkan kesan psikologi yang tidak kurang mendalam kepada Siew Nai.



“Bayangkan dalam 20 tahun ini, saya telah menggunakan krim steroid yang perlu disapu pada kulit untuk mengawal penyakit psoriasis saya. Bertugas dalam bidang kejururawatan saya sangat memahami krim ini boleh memberi kesan sampingan seperti kanser, menopaus lebih awal, hipertension dan banyak lagi. Namun, saya tidak ada pilihan lain.



“Kerana itulah bagi saya, separuh daripada tubuh saya sebenarnya sudah dirosakkan dek pelbagai ubatan berasaskan bahan kimia,” kongsi Siew Nai menggambarkan penderitaan yang perlu ditanggungnya.



Sehinggalah pada tahun 2009, dia tertarik dengan satu iklan di sebuah akhbar berbahasa Cina mengenai rahsia antioksida dalam jus buah zaitun.



Menjadi salah satu daripada bahan penting dalam Diet Mediterranean, khasiat buah zaitun memang menjadi sebutan dan nukilan makalah kesihatan sejak beratus tahun dahulu.



Bagaimanapun, sebelum ini buah zaitun diproses untuk mendapatkan minyaknya sedangkan jus buah itu akan dibuang kerana jika disimpan lama akan bertukar menjadi toksik.



Sehinggalah sekitar 10 tahun lalu, seorang saintis yang menjalankan penyelidikan mengenai Diet Mediterranean menemui keajaiban di sebalik buah itu.



Penyelidik yang berpengalaman selama tiga dekad dalam bidang bioteknologi, Profesor Roberto Crea mendapati hydroxytyrosol merupakan sejenis molekul kecil dan berstruktur ringkas dalam keluarga folifenol yang memainkan peranan penting dalam aktiviti otak mamalia.



Crea bagaimanapun mendapati hydroxytyrosol hanya hadir dalam jumlah yang agak kecil dalam minyak zaitun iaitu sekitar dua peratus.



Kemudian, saintis kelahiran Itali itu melakukan kajian ke atas jus zaitun. Selepas menjalani pelbagai proses pengekstrakan dan memecahkan molekul besar folifenol, beliau mendapati hydroxytyrosol dalam jus zaitun adalah 300 kali ganda lebih tinggi daripada dalam minyaknya.



Khasiat antioksida terhadap kulit tidak boleh dipertikaikan lagi apabila ia membantu mengurangkan masalah kulit serta memperlahankan penuaan sel, selain baik untuk folikel rambut serta kuku.




PSORIASIS pernah menghantui hidup
Siew Nai sehingga menjejaskan kehidupan hariannya.




Kerana itu, Siew Nai antara pesakit psoriasis yang kini berjaya mengurangkan radang kulitnya selepas menikmati khasiat jus zaitun.



Untuk menyebarkan khasiat jus zaitun itu, Crea kemudian mengkomersialkan penemuannya dengan menghasilkan produk Olivenol.



Selepas dipasarkan pada tahun 2008 di Malaysia, produk itu kini dipertingkat lagi menerusi Olivenol Plus.



Olivenol Plus yang baru dilancarkan baru-baru ini lebih mudah menyerap melalui sistem usus perut ke dalam saluran darah yang kemudian bertindak melawan radikal bebas dalam tubuh manusia.



Kosmo! Online



=======
=======================



Enam bulan tidak mandi


HAMPIR dua tahun mengambil makanan kesihatan,
kulit Amir tidak lagi bersisik dan bertompok-tompok.


ENAM tahun lepas, Mohd. Amir Zulkifli, 43, pelik melihat kulit kepalanya yang sering berkelemumur. Walaupun baru dibasuh dengan syampu berubat, dalam masa setengah jam, kulit kepalanya kembali ditumbuhi kepingan putih yang merimaskan.



Menganggapnya sebagai kelemumur biasa yang disebabkan oleh peluh, Amir langsung tidak menyangka ia adalah simptom penyakit kulit, psoriasis, yang hampir melumpuhkan hidupnya.



Keadaan Amir bertambah teruk dua tahun lepas. Kepingan kelemumur bukan sahaja memenuhi kulit kepala, malah merebak ke seluruh tubuhnya, kecuali bahagian muka.



“Dalam masa dua bulan, badan saya penuh dengan tompok putih. Kawasan yang paling teruk ialah di bahagian belakang badan, siku, lutut dan lipatan kaki.



“Pergerakan saya sangat terbatas. Saya juga jarang berbaju untuk mengelak kepingan putih terkopek dan tertanggal.



“Ini kerana kepingan baru akan terbentuk jika tidak dirawat dengan sempurna.



“Lebih kurang enam bulan saya tidak mandi kerana keadaan kulit yang sangat sensitif.



“Ia mudah terluka dan pedih apabila terkena air,” katanya ketika ditemui Jurnal baru-baru ini.


KEPINGAN plak psoriasis yang tertanggal
tetapi tidak dirawat dengan sempurna
akan menumbuhkan kepingan bar
u.


Ganti kulit



Penderitaan anak kelahiran Kulim, Kedah, ini tidak terhenti di situ. Empat bulan dia hanya terlantar kerana psoriatic artritis tersebut telah melemahkan seluruh sendi di tubuhnya.



Kuku kaki serta tangan Amir juga bertukar warna dan tertanggal.



“Dalam keadaan begitu, tidak banyak perkara yang saya boleh lakukan kecuali berharap ada penawar untuk penyakit saya ini.



“Saya juga tidak boleh berada dalam keadaan tertekan kerana ia akan memburukkan lagi keadaan.



“Apabila saya stres, kulit akan kemerah-merahan dan tompok putih semakin banyak yang keluar,” katanya.



Jelasnya, setakat ini hampir RM20,000 dibelanjakan untuk merawat penyakit kulitnya itu, namun hanya baru-baru dia bertemu dengan penawar yang serasi.



“Saya disyorkan oleh seorang rakan untuk menggunakan produk penjagaan kulit alternatif.



“Alhamdulillah, selepas empat bulan meminumnya, keadaan saya semakin pulih.



“Kulit semakin sihat dan tompok putih semakin menyusut dan hilang,” ujarnya.



Psoriasis yang dialami Amir bukan penyakit baru malah ia merupakan salah satu penyakit kulit tertua dan sering disalah anggap.



Sering dibayangi stigma penyakit untuk orang pengotor dan menjijikan, psoriasis sebenarnya adalah penyakit sistem imuniti badan menyerang diri sendiri atau autoimun yang berulang.



Ia juga dikenali sebagai penyakit kulit poliferatif atau ketumbuhan benigna kronik yang bermaksud ‘gatal’ dalam bahasa Yunani.



Fungsi sel darah putih (sel limfosit T) yang tidak normal mencetuskan keradangan dan gerak balas imun pada kulit.



Bagi kulit normal, proses penggantian kulit berlaku secara perlahan-lahan dan mengambil masa antara 28 hingga 30 hari sebelum sel mati ini tanggal daripada badan.



Namun, bagi pesakit psoriasis, kecelaruan sistem imun badan ini menghantar isyarat untuk mempercepatkan proses kitaran kulit kepada tiga hingga tujuh hari sahaja.



Ini menyebabkan kulit sel kulit membahagi dengan cepat.



“Keadaan itu menyebabkan tubuh tidak dapat membuang lebihan sel kulit yang berkumpul.



“Sebaliknya, ia timbul di permukaan kulit sebagai kepingan atau tompok putih yang disebut sebagai plak psoriasis.



“Apabila digaru, kulit akan mudah berdarah, pedih dan gatal. Namun, tidak semua pesakit berdepan gejala yang sama,” jelas Pakar Perunding Penyakit Kulit, Dr. Mohd. Noh Idris.



Bersisik



Punca sebenar psoriasis belum dikenal pasti namun apa yang pasti, penyakit kulit ini tidak berjangkit, sama ada melalui sentuhan, udara, mahupun hubungan seks.



Merujuk kepada kajian mengenai psoriasis yang dijalankan oleh Persatuan Dermatologi Malaysia, dianggarkan dua hingga tiga peratus rakyat di negara ini menghidap psoriasis.



“Ia bermakna hampir sejuta rakyat negara ini mendapat psoriasis.



“Begitupun, 80 peratus daripada penghidap tidak mendapat prosriasis kronik sebaliknya hanya mendapat psoriasis plak, iaitu radang akibat tompok bersisik yang timbul di beberapa bahagian tubuh,” kata Mohd. Noh.



Jelasnya lagi, tahap jangkitan psoriasis bermula daripada tompok kecil di satu bahagian seperti kulit kepala, siku dan kawasan lipatan yang merebak hingga ke seluruh permukaan badan.



Kulit menjadi tebal dan keras di kawasan radang ini dan lapisan keras ini mengakibatkan sel-sel mati berwarna perak.






Penyakit yang tidak boleh dijangka pertumbuhannya ini juga tidak memilih pesakit sama ada lelaki atau perempuan, berkulit cerah atau gelap, muda atau tua.



“Sebanyak 40 hingga 60 peratus psoriasis dikaitkan dengan faktor keturunan.



“Selain itu, pengambilan kortikosteroid, alkohol yang berlebihan, merokok, jangkitan kuman, kecederaan kulit dan tindak balas terhadap bahan kimia atau ubat-ubatan tertentu turut menyebabkan jangkitan penyakit ini,” katanya.



Tidak menolak gangguan emosi dan tekanan yang perlu dihadapi pesakit, Mohd. Noh memberitahu, penyakit yang boleh berulang ini mampu mendatangkan kemurungan.



Malah, melalui beberapa kajian, pesakit psoriasis yang teruk juga menunjukkan jangka hayat yang lebih pendek.



“Tidak semua orang menderita kerana psoriasis.



“Bagi ibu mengandung, psoriasis akan berkurangan malah mereka berpotensi untuk sembuh,” ujarnya.


Kosmo! Online




Teruskan membaca..

Thursday, December 9, 2010

Guru terlatih > Pendidikan Kesihatan.


Pastikan guru terlatih ajar Pendidikan Kesihatan - PIBGN




KUALA LUMPUR 7 Dis. - Kementerian Pelajaran perlu memastikan guru yang mengajar subjek Pendidikan Kesihatan di setiap sekolah mempunyai kelayakan yang sepatutnya sebelum ia dilaksanakan tahun hadapan.



Presiden Persatuan Ibu Bapa dan Guru Nasional (PIBGN), Prof. Madya Datuk Dr. Mohamad Ali Hasan berkata, langkah tersebut perlu diberi tumpuan agar pelaksanaan Pendidikan Kesihatan kelak tidak terpesong daripada objektif sebenar pelaksanaannya.



Katanya, setiap perancangan daripada kementerian perlu ada tindakan susulan bagi memastikan setiap apa yang dirancang tercapai.



"Para guru perlu dilatih semula kerana mereka seolah-olah tidak yakin dan kurang pengetahuan tentang kaedah yang sesuai dengan peringkat umur pelajar.



"Jika modul dan panduan sahaja yang hebat tetapi guru tidak bersedia, memang sukar untuk melaksanakan pengajaran subjek tersebut," katanya ketika dihubungi Utusan Malaysia, di sini hari ini.



Beliau berkata demikian ketika mengulas kenyataan Timbalan Menteri Pelajaran, Dr. Mohd. Puad Zarkashi mengenai Pendidikan Kesihatan yang akan diajar secara berasingan dan tidak bergabung dengan mana-mana mata pelajaran lain mulai tahun hadapan.



Mohd. Puad berkata, bermula tahun depan, Pendidikan Seks terkandung dalam mata pelajaran Pendidikan Kesihatan dan akan menggunakan istilah Pendidikan Kesihatan Reproduktif dan Sosial (Peers).



Menurut Mohamad Ali, Pendidikan Kesihatan bukan suatu kaedah pengajaran yang mudah sebaliknya memerlukan seorang pendidik yang betul-betul terlatih serta mempunyai pengetahuan luas dalam bidang itu.



Bagaimanapun katanya, PIBGN tetap menyokong hasrat kementerian untuk melaksanakan subjek tersebut kerana ia mampu membimbing pelajar ke arah kebaikan.



"Ibu bapa juga perlu memainkan peranan dalam menjayakan hasrat kerajaan ini, jangan pula selepas ini ada bantahan kerana ia diperkenalkan di peringkat sekolah rendah," katanya.



Sementara itu, Presiden Kesatuan Perkhidmatan Perguruan Kebangsaan (NUTP), Hashim Adnan bersetuju Pendidikan Kesihatan diajar secara berasingan dan tidak bergabung dengan mana-mana mata pelajaran lain.



Katanya, Pendidikan Kesihatan tidak perlu digabung dengan mana-mana subjek kerana ia memerlukan tumpuan yang mendalam terhadap isi kandungan yang akan diajar.



"Sebelum ini Pendidikan Seks hanya diajar dengan diselitkan dalam subjek tertentu dan ia terbukti gagal untuk membendung pelajar daripada terlibat dalam masalah sosial," katanya.



Bagaimanapun katanya, apa yang perlu dilakukan kini adalah memantapkan bahan sedia ada di dalam kokurikulum sekolah terutama membabitkan buku-buku panduan mengajar Pendidikan Kesihatan.



Utusan Malaysia Online: 8 Disember 2010

colorful lamps
Teruskan membaca..

Wednesday, December 8, 2010

Pendidikan kesihatan, reproduktif mulai 2011.















Pendidikan kesihatan, reproduktif mulai 2011

Istilah pendidikan seks secara umumnya mungkin boleh membawa kepada satu persepsi atau pemahaman bahawa ia hanya layak untuk diketahui oleh golongan dewasa sahaja.



Sebahagian besar masyarakat tidak mahu anak-anak mereka yang mentah didedahkan dengan perkara itu malah kebanyakan ibu bapa sendiri malu atau tidak mahu untuk membincangkan mengenai pendidikan seks sebagai asas pemahaman anak- anak mereka.



Maka, tidak hairanlah jika banyak pihak terutamanya golongan ibu bapa akan melatah dan memberi pandangan negatif apabila Kementerian Pelajaran mengambil keputusan untuk memperkenalkan pendidikan tersebut di sekolah rendah bermula tahun hadapan.



Harus diingat bahawa pendidikan seks atau istilah sebenarnya Pendidikan Kesihatan, Reproduktif dan Sosial itu bukanlah bermaksud pendidikan mengenai teknik hubungan kelamin atau perkara-perkara yang tidak perlu diketahui oleh kanak-kanak.



Ia lebih menjurus kepada asas terhadap perkembangan badan, perhubungan, perkahwinan dan kekeluargaan, kemahiran kendiri, kesihatan dan tingkah laku seksual serta masyarakat dan budaya.



Pendidikan kesihatan, reproduktif dan sosial yang akan diperkenalkan ini termasuk dalam subjek Pendidikan Kesihatan di bawah Modul Teras Asas bagi Tahap Satu (tahun satu hingga tiga) Kurikulum Standard Sekolah Rendah (KSSR) yang akan bermula pada Januari 2011.



Subjek lain yang terdapat di bawah Modul Teras Asas ini termasuklah Pendidikan Jasmani, Bahasa Malaysia (BM), Bahasa Inggeris (BI), Bahasa Cina, Bahasa Tamil, Matematik dan Pendidikan Islam/Moral.



Elemen perkembangan manusia yang terdapat dalam pendidikan kesihatan, reproduktif dan sosial itu bermaksud pendedahan mengenai pengetahuan sistem reproduktif manusia manakala perhubungan pula mendedahkan mengenai sifat kasih sayang dan persahabatan.



Pendedahan mengenai perkahwinan dan kekeluargaan yang merangkumi tanggungjawab sepanjang hayat sebagai ibu bapa turut diajar kepada murid.



Sementara itu, kebolehan untuk membuat keputusan pula menjadi pengisian kepada tunjang kemahiran kendiri.



Kesihatan dan tingkah laku seksual akan menyentuh amalan seks sepanjang kehidupan, kaedah mengelakkan hubungan seksual, fantasi, kehamilan, penyakit seksual berjangkit, HIV dan AIDS. Manakala masyarakat dan budaya pula menyentuh mengenai isu seks dan masyarakat. Hal berkaitan perundangan turut diberi penekanan.



Oleh yang demikian, stigma masyarakat yang menganggap pendidikan seks tidak sesuai untuk golongan bawah umur harus dikikis agar pemahaman asas itu dapat diserap oleh kanak-kanak seterusnya mendidik mereka dengan betul.



Pendedahan awal seperti ini adalah perlu bagi perkembangan mental kanak-kanak agar mereka membesar dengan pengetahuan penting yang diperlukan seterusnya mampu menghindari mereka daripada gejala sosial.



Guru-guru yang terlibat untuk pengajaran subjek tersebut telah diberi kursus sementara bahan pengajaran turut disediakan bagi memudahkan murid.



Masyarakat khususnya ibu bapa disaran menyokong dan memberi kerjasama terhadap pembaharuan yang dilakukan ini supaya pelaksanaannya berjalan dengan baik dan lancar.



Dalam KSSR Tahap Satu, terdapat dua lagi modul selain Modul Teras Asas iaitu Modul Teras Tema dan Modul Elektif.



Modul Teras Tema memperkenalkan subjek baru iaitu Dunia Kesenian yang memberi penekanan terhadap Dunia Seni Visual dan Dunia Muzik serta satu lagi subjek iaitu Dunia Sains dan Teknologi.



Modul Elektif pula terdapat subjek Bahasa Arab, Bahasa Cina Sekolah Kebangsaan (SK), Bahasa Tamil SK, Bahasa Iban dan Bahasa Kadazandusun.




Utusan Malaysia Online








Teruskan membaca..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...